Pesan utama
- Jumlah hernia yang kambuh kembali (rekurensi) hampir serupa baik pada operasi terbuka (konvensional) maupun operasi laparoskopi (lubang kunci) pada anak-anak.
- Anak-anak yang menjalani operasi laparoskopi mengalami lebih sedikit masalah ringan (misalnya, gangguan penyembuhan luka atau pembengkakan) pasca-operasi dibandingkan dengan anak-anak yang menjalani operasi terbuka.
Apa itu hernia inguinalis?
Hernia inguinalis adalah benjolan atau pembengkakan di selangkangan (di antara perut dan paha) yang disebabkan oleh jaringan yang menonjol melalui bagian otot yang lemah. Gejalanya mungkin berupa benjolan di daerah selangkangan, perut yang membuncit dan bulat, serta muntah. Sekitar 6,6% anak laki-laki dan 0,7% anak perempuan mengalami hernia inguinalis sejak lahir hingga usia 15 tahun. Ini merupakan salah satu kondisi paling umum yang memerlukan perawatan bedah pada anak-anak. Organ-organ di dalam rongga perut (misalnya usus) dapat masuk ke dalam kantong hernia dan berisiko terjepit (disebut inkarserasi). Kondisi ini selanjutnya dapat menyebabkan strangulasi, yaitu terhambatnya aliran darah ke organ yang terjepit. Tingkat inkarserasi pada bayi dan anak kecil yang menderita hernia inguinalis sekitar 12%. Oleh karena itu, ketika diagnosis hernia ditegakkan, tindakan perbaikan direkomendasikan dalam semua kasus.
Apa saja pilihan pengobatannya?
Dokter dapat menangani hernia baik melalui operasi laparoskopi (operasi lubang kunci dengan menggunakan kamera dan alat-alat kecil yang dimasukkan melalui sayatan-sayatan kecil di daerah perut) maupun operasi terbuka konvensional (sayatan kecil di selangkangan). Keduanya bertujuan untuk menutup lubang hernia dan mencegahnya kambuh kembali.
Apa yang ingin kita ketahui?
Kami ingin mengetahui apakah salah satu metode bedah (antara laparoskopi dan terbuka) lebih baik daripada yang lain dalam mencegah kambuhnya hernia, mengurangi masalah selama atau setelah operasi, serta mengurangi rasa sakit pasca operasi.
Apa yang sudah kita lakukan?
Kami mencari penelitian yang membandingkan antara operasi hernia laparoskopi (lubang kunci) dan operasi terbuka pada anak-anak. Kami hanya memasukkan penelitian-penelitian di mana anak-anak ditempatkan secara acak ke salah satu jenis operasi. Kami menelaah seberapa sering hernia kambuh, apakah terdapat masalah selama atau setelah operasi, tingkat nyeri yang dialami anak-anak, serta berapa lama mereka dipantau pasca-operasi.
Apa yang kita temukan?
Kami menemukan 12 penelitian yang membandingkan antara operasi hernia laparoskopi (lubang kunci) dengan operasi terbuka pada 1.247 anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua jenis operasi tersebut memiliki tingkat rekurensi hernia yang serupa, yaitu hernia yang kambuh kembali. Namun, kami tidak terlalu yakin bahwa hal ini menggambarkan keadaan yang sebenarnya dengan sangat baik, karena hanya terdapat sedikit kasus kekambuhan (rekurensi) pada kedua kelompok. Tidak ada laporan mengenai cedera atau masalah serius selama operasi, dan tidak ada anak yang harus beralih dari operasi laparoskopi ke operasi terbuka (namun, kami juga tidak terlalu yakin dengan hasil ini karena tidak ada kejadian yang dapat dihitung). Anak-anak yang menjalani operasi laparoskopi mengalami lebih sedikit masalah ringan (misalnya, gangguan penyembuhan luka atau pembengkakan) dibandingkan dengan mereka yang menjalani operasi terbuka. Kami tidak menemukan perbedaan yang jelas mengenai nyeri jangka pendek antara kedua metode tersebut (namun tingkat kepercayaan kami terhadap temuan ini sangat rendah). Tidak ada penelitian yang meneliti nyeri jangka panjang.
Apa saja keterbatasan dari bukti ilmiah tersebut?
Beberapa penelitian tidak melaporkan secara jelas bagaimana anak-anak tersebut dipilih atau dipantau perkembangannya. Nyeri dan komplikasi tidak selalu diukur dengan cara yang sama. Sebagian besar penelitian memiliki jangka waktu tindak lanjut yang singkat, dan tidak ada penelitian yang melaporkan nyeri yang berlangsung lebih dari beberapa minggu. Secara keseluruhan, belum banyak penelitian yang membandingkan operasi hernia laparoskopi (lubang kunci) dan operasi terbuka pada anak-anak. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk dapat menarik kesimpulan yang lebih dapat diandalkan.
Apa artinya ini?
Baik operasi laparoskopi (lubang kunci) maupun operasi terbuka memiliki kesamaan dalam hal manfaat dan risiko terjadinya komplikasi penanganan hernia inguinalis pada anak-anak. Operasi laparoskopi (lubang kunci) mungkin dapat mengurangi risiko terjadinya masalah ringan pasca-operasi. Diperlukan lebih banyak penelitian berkualitas tinggi untuk membantu kita memahami dampak jangka panjangnya serta membandingkan kedua metode tersebut dari waktu ke waktu.
Seberapa terkini bukti ilmiah ini?
Pencarian terbaru kami dilakukan pada bulan Juni 2025.
Diterjemahkan oleh Syara Al-Fajar Shitah,S.Keb.,Bd. Disunting oleh dr. Arditya Damarkusuma, M.Med (clin epi), Sp.JP (K). Email Kontak: cochrane-indonesia.fkkmk@ugm.ac.id.
Tinjauan Cochrane ini mulanya disusun dalam Bahasa Inggris. Akurasi terjemahan menjadi tanggung jawab tim penerjemah yang menerjemahkannya. Terjemahan ini dibuat dengan cermat dan mengikuti prosedur standar untuk menjamin kendali mutu. Namun, apabila terdapat ketidaksesuaian, kekeliruan, atau terjemahan yang kurang tepat, maka versi asli dalam bahasa Inggris yang berlaku.




