Lompat ke isi utama

Filter

Evidence

Handbooks/Manuals

News

Apa manfaat dan risiko penggunaan lem atau mesh berperekat dibandingkan dengan penggunaan jahitan, paku, atau staples bedah untuk fiksasi mesh selama operasi laparoskopi pada hernia selangkangan pada orang dewasa?

Pesan utama

  • Memilih fiksasi mesh dengan lem atau menggunakan mesh berperekat dibandingkan dengan menggunakan jahitan, paku, atau staples bedah mungkin tidak terlalu berpengaruh—atau bahkan sama sekali tidak berpengaruh—terhadap risiko nyeri jangka panjang dan kekambuhan hernia.

  • Fiksasi mesh dengan lem atau menggunakan mesh berperekat dapat mengurangi risiko penumpukan darah di bawah kulit dibandingkan dengan menggunakan jahitan, paku, atau staples bedah.

  • Secara umum, kami memiliki sedikit atau sangat sedikit keyakinan terhadap hasil tersebut, yang berarti hasil tersebut harus ditafsirkan dengan hati-hati.

Apa itu hernia selangkangan?

Hernia selangkangan terjadi ketika isi rongga perut, seperti sebagian usus atau jaringan lemak, menonjol melalui bagian yang lemah di selangkangan. Hernia menyebabkan tonjolan dan terkadang nyeri. Hernia selangkangan merupakan kondisi yang umum terjadi dan biasanya memerlukan operasi karena tidak dapat sembuh dengan sendirinya tanpa operasi.

Bagaimana penanganan hernia selangkangan?

Hernia selangkangan dapat ditangani melalui operasi laparoskopi. Dokter bedah membuat sayatan kecil di perut dan menggunakan alat khusus untuk memperbaiki hernia selangkangan dari dalam rongga perut. Dokter bedah memasang mesh (jaring) pada area yang lemah di selangkangan untuk menopangnya. Mesh tersebut dapat dipasang menggunakan lem atau menggunakan mesh berperekat khusus (yang dalam tinjauan ini disebut sebagai ‘fiksasi mesh nonpenetrasi’) atau menggunakan alat tajam seperti jahitan, paku, atau staples bedah (yang dalam tinjauan ini disebut sebagai ‘fiksasi mesh penetrasi’).

Apa yang ingin diketahui?

Kami ingin mengetahui apakah fiksasi dengan non-penetrasi atau penetrasi lebih efektif dalam mengurangi rasa sakit, mencegah kekambuhan hernia, dan menghindari masalah lain selama dan setelah operasi.

Apa yang telah dilakukan?

Kami mencari penelitian yang melibatkan orang dewasa dengan hernia selangkangan yang secara acak ditugaskan untuk menjalani operasi laparoskopi dengan fiksasi nonpenetrasi atau penetrasi. Kami menggabungkan hasil-hasil penelitian ini dan mengevaluasi seberapa dapat diandalkan bukti ilmiah tersebut.

Apa yang ditemukan?

Kami menemukan 35 penelitian yang melibatkan 4.329 orang dewasa. Sekitar setengah dari peserta menjalani fiksasi mesh nonpenetrasi, sedangkan setengah lainnya menjalani fiksasi mesh penetrasi. Sebagian besar peserta adalah laki-laki berusia antara 37 dan 66 tahun. Jenis hernia yang paling umum adalah hernia yang muncul untuk pertama kalinya di salah satu sisi selangkangan. Sebagian besar penelitian membandingkan pemasangan mesh dengan lem dibandingkan dengan penggunaan staples atau paku bedah. Penelitian-penelitian tersebut memiliki skala yang bervariasi, masing-masing melibatkan antara 30 hingga 600 orang, dan jangka waktu pemantauan berkisar dari beberapa hari hingga 56 bulan setelah operasi. Sebagian besar penelitian yang dimasukkan berasal dari Asia atau Eropa.

Apa hasil utamanya?

Fiksasi mesh nonpenetrasi mungkin tidak banyak berpengaruh, atau bahkan sama sekali tidak berpengaruh, terhadap risiko nyeri jangka panjang dan kekambuhan hernia setelah operasi. Fiksasi mesh nonpenetrasi mungkin dapat mengurangi risiko penumpukan darah di bawah kulit di area selangkangan dibandingkan dengan fiksasi mesh penetrasi, namun kami tidak yakin dengan bukti ilmiah ini. Kami belum mengetahui apakah jenis fiksasi mesh berpengaruh terhadap rasa sakit jangka pendek, infeksi pada mesh, lamanya waktu operasi, atau apakah hal itu memperlambat proses pemulihan pasien hingga dapat kembali beraktivitas seperti biasa.

Apa keterbatasan bukti ilmiah tersebut?

Salah satu keterbatasan adalah kami kurang yakin terhadap bukti ilmiah tersebut. Hal ini terutama disebabkan penelitian-penelitian tersebut tidak melaporkan semua informasi yang relevan atau karena jumlah penelitiannya belum cukup untuk memastikan hasil dari luaran tersebut.

Seberapa mutakhir bukti ilmiah ini?

Bukti ilmiah ini menggunakan penelitian hingga 14 November 2024.

Translation notes

Diterjemahkan oleh dr. Husnita Thamrin, M.Sc (Dompet Dhuafa). Disunting oleh dr. Mawaddah Ar Rochmah, Ph.D., Sp.N. (Universitas Gadjah Mada). Email Kontak: cochrane-indonesia.fkkmk@ugm.ac.id.

Tinjauan Cochrane ini mulanya disusun dalam Bahasa Inggris. Akurasi terjemahan menjadi tanggung jawab tim penerjemah yang menerjemahkannya. Terjemahan ini dibuat dengan cermat dan mengikuti prosedur standar untuk menjamin kendali mutu. Namun, apabila terdapat ketidaksesuaian, kekeliruan, atau terjemahan yang kurang tepat, maka versi asli dalam bahasa Inggris yang berlaku.

Citation
Rancke-Madsen P, Rosengaard LO, Baker JJ, Rosenberg J, Öberg S. Penetrating versus non-penetrating mesh fixation in laparoscopic groin hernia repair­. Cochrane Database of Systematic Reviews 2026, Issue 4. Art. No.: CD016122. DOI: 10.1002/14651858.CD016122.pub2.

Our use of cookies

We use necessary cookies to make our site work. We'd also like to set optional analytics cookies to help us improve it. We won't set optional cookies unless you enable them. Using this tool will set a cookie on your device to remember your preferences. You can always change your cookie preferences at any time by clicking on the 'Cookies settings' link in the footer of every page.
For more detailed information about the cookies we use, see our Cookies page.

Accept all
Konfigurasi