Lompat ke isi utama

Filter

Evidence

Handbooks/Manuals

News

Apakah tata laksana ginjal konservatif lebih baik daripada dialisis bagi lansia yang mengalami gagal ginjal?

Pesan utama

  • Proporsi lansia (65 tahun ke atas) yang menderita gagal ginjal (suatu kondisi di mana ginjal tidak lagi berfungsi dengan baik untuk mempertahankan kehidupan seorang individu) terus meningkat.

  • Beberapa lansia yang menderita gagal ginjal mungkin lebih memilih dialisis daripada penanganan ginjal konservatif (pendekatan non-dialisis terhadap gagal ginjal, yang berfokus pada penanganan gejala ginjal dan mengutamakan kualitas hidup pasien). Namun, penelitian memberikan jawaban yang sangat tidak pasti.

  • Kami belum dapat memastikan apakah tata laksana ginjal konservatif memiliki dampak terhadap harapan hidup atau kualitas hidup pada penderita gagal ginjal jika dibandingkan dengan dialisis, karena kurangnya bukti ilmiah yang kuat.

Mengapa orang lanjut usia yang menderita gagal ginjal lebih memilih penanganan ginjal secara konservatif daripada dialisis?

Proporsi lansia (berusia di atas 65 tahun) yang menderita gagal ginjal (suatu kondisi di mana ginjal tidak lagi berfungsi dengan baik untuk mempertahankan kehidupan seorang individu) semakin meningkat. Lansia yang menderita gagal ginjal mungkin menolak menjalani dialisis (suatu prosedur mekanis yang menggunakan mesin untuk menghilangkan produk limbah serta kelebihan garam dan cairan dari darah ketika ginjal tidak lagi berfungsi dengan baik) karena mereka khawatir terapi ini dapat semakin memperburuk kelemahan otot, meningkatkan frekuensi rawat inap, menurunkan kualitas hidup mereka, dan meningkatkan risiko kematian. Tata laksana ginjal konservatif adalah pendekatan non-dialisis terhadap gagal ginjal, yang berfokus pada penanganan gejala-gejala ginjal dan mengutamakan kualitas hidup pasien daripada perpanjangan usia melalui metode artifisial seperti dialisis.

Apa yang ingin diketahui?

Kami ingin mengetahui apakah tingkat kesintasan dan kualitas hidup pada lansia dengan gagal ginjal yang menjalani penanganan konservatif serupa dengan mereka yang menjalani dialisis.

Apa yang telah dilakukan?

Kami menelusuri studi acak (studi di mana peserta secara acak ditempatkan pada pilihan pengobatan yang berbeda) dan studi non-acak yang membandingkan tata laksana ginjal konservatif dengan dialisis pada lansia yang mengalami gagal ginjal. Kami membandingkan dan merangkum hasil-hasil penelitian tersebut serta menilai tingkat keyakinan kami terhadap bukti ilmiah tersebut, berdasarkan faktor-faktor seperti metode uji klinis dan ukuran sampel.

Apa yang ditemukan?

Kami tidak menemukan studi acak dan menemukan 24 studi non-acak yang melibatkan 24.757 orang. Masih tidak jelas apakah tatalaksana ginjal konservatif berdampak terhadap angka kematian (dari segala penyebab), kematian akibat penyakit kardiovaskular, dan kualitas hidup terkait kesehatan pada lansia dengan gagal ginjal dibandingkan dengan mereka yang menjalani dialisis.

Apa saja keterbatasan dari bukti ilmiah tersebut?

Sebagian besar penelitian memiliki ukuran sampel yang kecil, dan jumlah penelitiannya belum cukup untuk menilai secara pasti dampak tata laksana ginjal konservatif terhadap luaran seperti kejadian kardiovaskular, kualitas hidup terkait kesehatan, dan tingkat rawat inap. Tidak semua penelitian menyajikan data mengenai hasil yang menjadi fokus kami, dan kami masih tidak yakin mengenai hasil-hasil tersebut.

Seberapa mutakhir bukti ilmiah ini?

Bukti ilmiah tersebut berlaku hingga September 2025.

Translation notes

Diterjemahkan oleh Vyonne Chiara Sentosa, S.Ked. (Universitas Gadjah Mada). Disunting oleh dr. Prenali Dwisthi Sattwika, Sp.PD. (Universitas Gadjah Mada). Email Kontak: cochrane‐indonesia.fkkmk@ugm.ac.id.

Tinjauan Cochrane ini mulanya disusun dalam Bahasa Inggris. Akurasi terjemahan menjadi tanggung jawab tim penerjemah yang menerjemahkannya. Terjemahan ini dibuat dengan cermat dan mengikuti prosedur standar untuk menjamin kendali mutu. Namun, apabila terdapat ketidaksesuaian, kekeliruan, atau terjemahan yang kurang tepat, maka versi asli dalam bahasa Inggris yang berlaku.

Citation
Yang JW, Natale P, Kim S, Kim M, Jeon MS, Yi D, Hong YA, Chung S, Park WY, Hyun YY, Kwon SH, Shin SJ, Park DA, Kim J, Jung JH, Strippoli GFM, Lee JY, supported by Cochrane Kidney and Transplant. Conservative kidney management versus dialysis for stage 5 chronic kidney disease in older people. Cochrane Database of Systematic Reviews 2025, Issue 12. Art. No.: CD015151. DOI: 10.1002/14651858.CD015151.pub2.

Our use of cookies

We use necessary cookies to make our site work. We'd also like to set optional analytics cookies to help us improve it. We won't set optional cookies unless you enable them. Using this tool will set a cookie on your device to remember your preferences. You can always change your cookie preferences at any time by clicking on the 'Cookies settings' link in the footer of every page.
For more detailed information about the cookies we use, see our Cookies page.

Accept all
Konfigurasi