Lompat ke isi utama

Filter

Evidence

Handbooks/Manuals

News

Apakah mengonsumsi suplemen asam folat (folat) mempengaruhi risiko atau tingkat keparahan infeksi malaria pada orang yang sedang mengonsumsi obat-obatan (antifolat) untuk mencegah atau mengobati malaria, di daerah endemis malaria?

Pertanyaan tinjauan
Apakah mengonsumsi suplemen asam folat (folat) mempengaruhi risiko atau tingkat keparahan infeksi malaria pada orang yang sedang mengonsumsi obat-obatan (antifolat) untuk mencegah atau mengobati malaria, di daerah endemis malaria?

Pesan utama
° Orang-orang yang menerima suplementasi asam folat (baik secara tunggal maupun bersama zat besi) dan pengobatan antimalaria jenis antifolat memiliki kemungkinan lebih kecil untuk mengeliminasi parasit malaria dan mengalami peningkatan kegagalan pengobatan.
° Belum ada cukup penelitian untuk menguji apakah konsumsi suplemen asam folat dalam dosis yang lebih rendah, seperti 400 μg, dapat mempengaruhi risiko terinfeksi malaria atau luaran kesehatan jika terinfeksi. Dosis rendah saat ini direkomendasikan sebelum dan selama awal kehamilan untuk pencegahan kelainan pada tabung saraf.

Malaria dan pentingnya folat
Malaria adalah penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk betina dari jenis tertentu dan ditemukan di lebih dari 80 negara. Parasit malaria membutuhkan folat untuk tumbuh dan bertahan hidup, dan beberapa obat yang digunakan untuk mencegah dan mengobati malaria bekerja dengan menargetkan folat. Asam folat (bentuk sintetis dari folat) direkomendasikan dengan dosis 400 μg per hari untuk mencegah kelainan tabung saraf. Terdapat beberapa kekhawatiran bahwa asam folat (terutama pada dosis yang lebih tinggi) dapat mempengaruhi malaria dan seberapa baik beberapa obat bekerja untuk mencegah dan mengobati malaria.

Apa yang ingin kita ketahui?
Tinjauan ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana asam folat mempengaruhi risiko dan tingkat keparahan malaria pada orang-orang yang mengonsumsi obat antimalaria jenis antifolat dan tinggal di daerah endemis malaria.

Secara khusus, kami bertujuan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:

Pencegahan: Bagi orang-orang yang tidak menderita penyakit malaria dan sedang mengonsumsi obat antimalaria untuk mencegah malaria, apakah suplemen asam folat dapat meningkatkan risiko terkena malaria atau mengalami luaran yang lebih buruk?

Pengobatan: Bagi orang yang menderita malaria dan sedang mendapatkan pengobatan antimalaria jenis antifolat, apakah mengonsumsi suplemen asam folat mempengaruhi efektivitas obat tersebut dalam mengobati malaria?

Apa yang sudah kita lakukan?
Kami mencari uji klinis yang meneliti suplementasi asam folat pada orang yang mengonsumsi obat antimalaria jenis antifolat untuk mencegah atau mengobati malaria. Kami membandingkan dan merangkum hasil uji klinis tersebut, serta menilai tingkat kepercayaan kami terhadap informasi tersebut berdasarkan cara pelaksanaan penelitian tersebut.

Apa yang kami temukan?
Kami memasukkan delapan uji klinis (3.486 orang); tiga di antaranya merupakan uji klinis pencegahan dan lima lainnya merupakan uji klinis pengobatan. Sebagian besar uji klinis menggunakan dosis asam folat yang lebih tinggi (> 1,0 mg) dan termasuk obat sulfadoxine-pyrimethamine (SP). Penelitian dengan tujuan pencegahan tersebut tidak memasukkan luaran utama yang ingin kami nilai. Dalam penelitian dengan tujuan pengobatan (terapi), orang-orang yang mengonsumsi asam folat dan obat antimalaria antifolat cenderung lebih sulit mengeliminasi parasit malaria dari tubuh mereka (pada hari ke-3) dan lebih berisiko mengalami kegagalan pengobatan (hingga 28 hari setelah pengobatan) dibandingkan dengan yang mendapatkan pengobatan sama namun tanpa asam folat. Sebagian besar uji klinis yang dimasukkan dalam tinjauan ini memberikan obat antimalaria SP dan asam folat dengan dosis di atas batas atas asupan yang dapat ditoleransi (batas atas; > 1,0 mg). Hanya satu uji klinis yang memasukkan asam folat dengan dosis 400 μg per hari (dosis harian yang direkomendasikan untuk pencegahan cacat tabung saraf); tidak ada perbedaan dalam eliminasi parasit atau kegagalan pengobatan antara kelompok yang menerima 400 μg asam folat per hari dan kelompok tanpa asam folat.

Apa saja keterbatasan dari bukti ilmiah tersebut?
Jumlah uji klinis yang sedikit dan skala penelitian yang kecil menjadi keterbatasan dari tinjauan ini, dan tidak ada penelitian pencegahan yang melaporkan luaran utama.

Seberapa terkini bukti ilmiah ini?
Bukti ilmiah tersebut diperbarui per tanggal 13 September 2024.

Translation notes

Diterjemahkan oleh Syara Al-Fajar Shitah,S.Keb.,Bd. Disunting oleh dr.Arditya Damarkusuma, M.Med (clin epi), Sp. JP (K). Email Kontak: cochrane-indonesia.fkkmk@ugm.ac.id.

Tinjauan Cochrane ini mulanya disusun dalam Bahasa Inggris. Akurasi terjemahan menjadi tanggung jawab tim penerjemah yang menerjemahkannya. Terjemahan ini dibuat dengan cermat dan mengikuti prosedur standar untuk menjamin kendali mutu. Namun, apabila terdapat ketidaksesuaian, kekeliruan, atau terjemahan yang kurang tepat, maka versi asli dalam bahasa Inggris yang berlaku.

Citation
Qi YP, Crider KS, Gutman J, Centeno-Tablante E, Fothergill A, Daniels K, Yeung LF, Mai CT, Mehta S, Williams JL, Finkelstein JL. Folic acid supplementation and malaria susceptibility and severity among people taking antifolate antimalarial drugs in endemic areas. Cochrane Database of Systematic Reviews 2026, Issue 2. Art. No.: CD014217. DOI: 10.1002/14651858.CD014217.pub2.

Our use of cookies

We use necessary cookies to make our site work. We'd also like to set optional analytics cookies to help us improve it. We won't set optional cookies unless you enable them. Using this tool will set a cookie on your device to remember your preferences. You can always change your cookie preferences at any time by clicking on the 'Cookies settings' link in the footer of every page.
For more detailed information about the cookies we use, see our Cookies page.

Accept all
Konfigurasi