Pesan Utama
Semua penelitian tersebut hanya melibatkan orang-orang yang memiliki dua salinan varian gen penyebab fibrosis kistik yang paling umum (F508del).
Sebagian besar penelitian tersebut didanai seluruhnya atau sebagian oleh perusahaan farmasi. Tidak ada penelitian yang melaporkan adanya kematian. Tak satu pun dari obat tunggal yang kami teliti terbukti secara jelas lebih baik daripada plasebo (perawatan palsu) dalam meningkatkan kualitas hidup atau fungsi paru-paru, dan tidak ada bukti ilmiah bahwa obat-obat tersebut menimbulkan efek samping yang lebih parah daripada plasebo. Namun, kami masih ragu mengenai hasil-hasil ini.
Bukti ilmiah yang mendukung penggunaan modulator CFTR tunggal masih lemah, dan penelitian di masa depan kemungkinan besar akan berfokus pada terapi kombinasi.
Apa itu fibrosis kistik dan bagaimana cara mengobatinya?
Fibrosis kistik adalah penyakit keturunan yang serius dan dapat memperpendek usia. Hal itu merusak banyak organ dalam tubuh, terutama paru-paru, pankreas, dan hati. Di paru-paru, hal ini menyebabkan penumpukan lendir yang kental dan lengket, yang berujung pada infeksi berulang dan kerusakan yang semakin parah. Sebagian besar penderita fibrosis kistik mengalami kesulitan bernapas, gizi buruk, dan penurunan kualitas hidup.
Fibrosis kistik disebabkan oleh kelainan pada gen yang menghasilkan protein bernama CFTR. CFTR mengatur pergerakan garam dan air melintasi permukaan sel, sehingga lendir tetap encer dan licin. Varian gen CFTR yang paling umum (ditemukan pada lebih dari 80% penderita fibrosis kistik) adalah F508del, yang merupakan varian kelas II. Orang yang memiliki dua salinan mutasi F508del biasanya mengalami penyakit yang lebih parah dibandingkan orang yang hanya memiliki satu salinan. Pada orang dengan varian kelas II, protein CFTR terurai dan tidak dapat bergerak dengan baik di dalam sel. Hasil eksperimen laboratorium menunjukkan bahwa jika protein tersebut mencapai dinding sel, protein tersebut mungkin dapat berfungsi, memulihkan pergerakan garam, dan mengatasi masalah kronis yang dialami oleh penderita fibrosis kistik. Modulator CFTR adalah obat-obatan yang membantu protein CFTR yang tidak berfungsi mencapai dinding sel.
Apa yang ingin kita ketahui?
Kami ingin mengetahui apakah monoterapi modulator CFTR (pengobatan dengan satu jenis obat) dapat membantu penderita fibrosis kistik dari segala usia yang memiliki varian kelas II. Secara khusus, kami ingin mengetahui apakah obat-obatan ini dapat meningkatkan angka kesintasan, kualitas hidup, fungsi paru-paru, dan waktu hingga terjadinya perburukan gejala paru-paru yang pertama kali. Kami juga ingin mengetahui apakah pengobatan ini menimbulkan efek samping apa pun.
Apa yang telah kita lakukan?
Kami mencari penelitian yang menyelidiki efek modulator CFTR tunggal apa pun dibandingkan dengan plasebo (perawatan palsu) atau modulator CFTR tunggal lainnya pada penderita fibrosis kistik yang memiliki setidaknya satu salinan varian kelas II. Kami membandingkan dan merangkum hasil-hasil penelitian tersebut, serta menilai tingkat keyakinan kami terhadap bukti ilmiah tersebut berdasarkan faktor-faktor seperti metode dan skala penelitian.
Apa yang kami temukan?
Kami menemukan 10 penelitian (dengan 424 peserta, yang semuanya memiliki dua salinan mutasi F508del) yang mengevaluasi delapan obat berbeda yang diberikan sebagai monoterapi. Sembilan penelitian hanya melibatkan orang dewasa, sedangkan satu penelitian melibatkan peserta berusia mulai dari 14 tahun. Semua penelitian tersebut berskala kecil (dengan jumlah peserta antara 18 hingga 89 orang) dan berlangsung antara satu hari hingga 29 hari. Penelitian-penelitian tersebut dilakukan di Amerika Utara (terutama Amerika Serikat), Eropa, dan Australia. Temuan utama kami berkaitan dengan dua dari delapan obat tersebut, yaitu lumacaftor dan cavosonstat, yang kemudian telah dievaluasi pada populasi yang lebih besar.
Temuan utama
Tidak ada penelitian yang melaporkan adanya kematian atau peningkatan yang signifikan dalam kualitas hidup. Kami tidak menemukan bukti ilmiah yang cukup untuk menunjukkan adanya pengaruh modulator CFTR terhadap fungsi paru-paru. Penelitian-penelitian tersebut melaporkan berbagai macam efek samping, namun masing-masing efek samping tersebut hanya terjadi pada beberapa peserta saja dalam setiap penelitian. Kami tidak menemukan bukti ilmiah yang cukup untuk mendukung penggunaan monoterapi modulator CFTR pada pasien fibrosis kistik yang memiliki dua salinan mutasi F508del.
Apa saja keterbatasan dari bukti ilmiah tersebut?
Kami tidak yakin dengan bukti ilmiah tersebut, karena alasan-alasan berikut ini.
Penelitian-penelitian tersebut berskala kecil.
Sebagian besar hasil didasarkan pada bukti ilmiah dari satu penelitian saja.
Bukti ilmiah tersebut tidak berlaku bagi anak-anak.
Tidak semua penelitian menyediakan data yang cukup bagi kami untuk menganalisis hasilnya.
Bukti ilmiah yang berkaitan dengan efek samping pengobatan didasarkan pada sejumlah kejadian yang sangat sedikit.
Seberapa mutakhir bukti ilmiah ini?
Tinjauan ini merupakan pembaruan dari tinjauan kami sebelumnya mengenai terapi dengan satu obat dan terapi dengan beberapa obat. Bukti ilmiah tersebut berlaku hingga tanggal 27 Juni 2025.
Diterjemahkan oleh Dela Riadi, S.K.M., M.K.M. (Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta). Disunting oleh dr. Ajeng Viska Icanervilia, MPH, Ph.D. (Universitas Gadjah Mada). Email Kontak: cochrane-indonesia.fkkmk@ugm.ac.id.
Tinjauan Cochrane ini mulanya disusun dalam Bahasa Inggris. Akurasi terjemahan menjadi tanggung jawab tim penerjemah yang menerjemahkannya. Terjemahan ini dibuat dengan cermat dan mengikuti prosedur standar untuk menjamin kendali mutu. Namun, apabila terdapat ketidaksesuaian, kekeliruan, atau terjemahan yang kurang tepat, maka versi asli dalam bahasa Inggris yang berlaku.




