Lompat ke isi utama

Filter

Evidence

Handbooks/Manuals

News

Apakah tes genetik cepat (tes molekuler) untuk tuberkulosis memberikan luaran kesehatan yang lebih baik dibandingkan dengan tes yang secara tradisional digunakan untuk mendeteksi TB (mikroskopi dan kultur)?

Pesan utama

  • Uji Xpert MTB/RIF Ultra adalah tes cepat yang kemungkinan besar dapat mempersingkat waktu yang dibutuhkan untuk mendiagnosis tuberkulosis (TB) serta waktu antara diagnosis hingga dimulainya pengobatan.

  • Penggunaan Xpert MTB/RIF Ultra tidak mengurangi angka kematian akibat sebab apa pun yang terjadi dalam kurun waktu 18 bulan.

  • Penelitian-penelitian dalam tinjauan ini tidak mengukur apakah tes cepat dapat mempercepat pemulihan dari TB (kesembuhan).

Apa itu tuberkulosis?

Tuberkulosis (TB) adalah infeksi bakteri serius yang terutama menyerang paru-paru. TB menyebabkan gejala seperti batuk, demam, dan penurunan berat badan. Penyakit ini juga dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya. Anak-anak, terutama yang berusia di bawah lima tahun, lebih rentan dan dapat mengalami gejala penyakit ini mulai dari yang ringan hingga yang parah. TBC menjangkit banyak orang setiap tahun, dan pada umumnya dapat disembuhkan, meskipun ada risiko kematian jika pengobatan standar tidak berhasil. TB yang resisten terhadap obat adalah jenis TB yang lebih sulit diobati karena tidak merespons obat-obatan umum.

Mengapa tes cepat digunakan?

Metode diagnostik tradisional untuk TB, seperti pemeriksaan apus mikroskopis dan kultur, dilakukan dengan memeriksa sampel di bawah mikroskop (alat optik yang menggunakan lensa untuk memperbesar bakteri) atau menumbuhkan bakteri di laboratorium. Sebuah jenis tes yang lebih baru, yang dikenal sebagai tes molekuler (atau 'tes amplifikasi asam nukleat'), meningkatkan materi genetik dalam sampel cairan tubuh (misalnya dahak (air liur)) berkali-kali lipat untuk mendeteksi apakah terdapat bakteri TB. Beberapa tes molekuler, seperti Xpert MTB/RIF Ultra, juga dapat mendeteksi resistensi terhadap rifampisin, yaitu obat TB yang banyak digunakan. Tes molekuler telah diusulkan untuk mendeteksi TB dengan lebih cepat dan akurat. Hal ini mungkin dapat membantu pasien mendapatkan perawatan yang tepat dengan lebih cepat.

Terdapat berbagai jenis tes molekuler cepat untuk TB, yang berbeda dalam hal cara pelaksanaannya dan tempat penggunaannya. Sebagian dilakukan di laboratorium, sedangkan yang lainnya digunakan di klinik atau di tempat pelayanan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengelompokkan tes-tes tersebut ke dalam tiga kategori, yaitu tes otomatis berbasis laboratorium (misalnya Xpert MTB/RIF Ultra, Truenat MTB-RIF Dx, dan Truenat MTB Plus), tes laboratorium manual (misalnya TB-LAMP), serta tes otomatis dengan tingkat kompleksitas sedang (misalnya FluoroType XDR-TB). Meskipun tenaga kesehatan umumnya yang menentukan tes mana yang akan digunakan, pasien di klinik swasta mungkin dapat memilih dari berbagai pilihan tes yang tersedia.

Apa yang ingin kita ketahui?

Kami ingin mengetahui apakah tes TB cepat (rapid) mempengaruhi luaran kesehatan, termasuk kematian, kesembuhan (penyembuhan), penghentian pengobatan, serta waktu yang dibutuhkan untuk mendiagnosis TB dan memulai pengobatan.

Apa yang telah kita lakukan?

Kami mencari bukti ilmiah dari penelitian yang dikenal sebagai 'uji klinis' yang membandingkan tes TB cepat dengan metode pengujian TB konvensional, seperti pemeriksaan apus mikroskopis dan kultur. Kami merangkum temuan-temuan tersebut dan membuat penilaian mengenai keandalan hasil-hasilnya, berdasarkan bagaimana penelitian-penelitian tersebut dirancang serta jumlah peserta yang terlibat.

Apa saja hasil utama dari tinjauan tersebut?

Kami mengidentifikasi dua uji klinis dari tiga laporan yang diterbitkan antara tahun 2021 dan 2024. Kedua uji klinis tersebut melibatkan 11.228 orang dewasa yang menjalani tes TB. Sebagian besar peserta berasal dari Uganda (negara berpenghasilan rendah), sedangkan sebagian kecil lainnya berasal dari Afrika Selatan (negara berpenghasilan menengah ke atas). Tidak ada informasi yang tersedia mengenai tingkat kesembuhan.

Meskipun tinjauan kami berfokus pada tes TB cepat secara umum, seluruh bukti ilmiah yang tersedia berasal dari dua uji klinis yang keduanya mengevaluasi tes Xpert MTB/RIF Ultra. Uji klinis ini tidak berhasil menurunkan angka kematian akibat penyebab apa pun pada enam bulan maupun 18 bulan. Namun, hal itu kemungkinan besar mempercepat proses diagnosis TB dan dimulainya pengobatan jika dibandingkan dengan metode pengujian tradisional. Orang-orang yang menjalani tes dengan Xpert MTB/RIF Ultra lebih cenderung menghentikan pengobatan dibandingkan mereka yang menjalani tes dengan mikroskopi apusan. Penelitian-penelitian tersebut tidak mengukur apakah tes TB cepat tersebut meningkatkan tingkat kesembuhan.

Apa saja keterbatasan dari bukti ilmiah tersebut?

Kami hanya menemukan bukti ilmiah terkait tes Xpert MTB/RIF Ultra, dan tidak ada bukti ilmiah terkait tes TB cepat lainnya. Tak satu pun dari penelitian tersebut melaporkan bagaimana tes-tes tersebut mempengaruhi proses pemulihan pasien. Semua penelitian yang dimasukkan dalam tinjauan ini berfokus pada orang dewasa, sehingga belum jelas apakah temuan tersebut berlaku untuk anak-anak dan remaja. Penelitian-penelitian tersebut juga menggunakan metode statistik yang berbeda-beda untuk melaporkan lamanya waktu hingga diagnosis dan pengobatan, sehingga menyulitkan perbandingan hasil-hasilnya. Kami menilai tingkat keyakinan kami terhadap bukti ilmiah tersebut sebagai sedang karena uji klinis terbesar tidak menjelaskan secara jelas bagaimana mereka mengukur atau berencana menganalisis waktu yang dibutuhkan untuk mendiagnosis TB dan waktu yang dibutuhkan untuk memulai pengobatan.

Seberapa terkini bukti ilmiah ini?

Bukti ilmiah ini didasarkan pada hasil pencarian literatur medis yang dilakukan hingga tanggal 21 Januari 2025.

Translation notes

Diterjemahkan oleh dr. Pika Novriani Lubis, M. Epid. (Universitas Indonesia). Disunting oleh dr. Arditya Damarkusuma, M.Med (clin epi), Sp.JP (K). Email Kontak: cochrane-indonesia.fkkmk@ugm.ac.id.

Tinjauan Cochrane ini mulanya disusun dalam Bahasa Inggris. Akurasi terjemahan menjadi tanggung jawab tim penerjemah yang menerjemahkannya. Terjemahan ini dibuat dengan cermat dan mengikuti prosedur standar untuk menjamin kendali mutu. Namun, apabila terdapat ketidaksesuaian, kekeliruan, atau terjemahan yang kurang tepat, maka versi asli dalam bahasa Inggris yang berlaku.

Citation
Otieno JA, Were LMalesi, Lutje V, Scandrett K, Takwoingi Y, Ochodo EA. Impact of rapid nucleic acid amplification tests for tuberculosis on patient outcomes. Cochrane Database of Systematic Reviews 2025, Issue 12. Art. No.: CD016194. DOI: 10.1002/14651858.CD016194.

Our use of cookies

We use necessary cookies to make our site work. We'd also like to set optional analytics cookies to help us improve it. We won't set optional cookies unless you enable them. Using this tool will set a cookie on your device to remember your preferences. You can always change your cookie preferences at any time by clicking on the 'Cookies settings' link in the footer of every page.
For more detailed information about the cookies we use, see our Cookies page.

Accept all
Konfigurasi