Pertanyaan tinjauan
Apa saja manfaat dan risiko penggunaan ventilasi tekanan positif non-invasif (non-invasive positive pressure ventilation/NIPPV) dalam mengobati penderita fibrosis kistik (people with cystic fibrosis/pwCF)?
Pesan utama
Berdasarkan bukti ilmiah yang tersedia saat ini, kami belum dapat memastikan:
- apakah satu jenis NIPPV lebih baik daripada jenis lainnya;
- dalam situasi apa saja hal tersebut paling bermanfaat;
- atau untuk tujuan spesifik apa saja fitur ini paling efektif digunakan di pwCF.
Hasil penelitian tersebut juga belum memberikan kepastian mengenai dampak NIPPV terhadap angka kematian dan kualitas hidup. Sebagian orang merasa NIPPV bermanfaat dan lebih memilih menggunakannya, sementara yang lain menghentikan penggunaannya karena merasa tidak nyaman atau tidak tahan memakai masker; bukti ilmiah mengenai hal ini masih sangat tidak pasti. Mengenai keamanan, sebagian besar penelitian tidak melaporkan adanya masalah serius (kejadian tidak diinginkan yang serius). Namun, ada pula yang menggambarkan kondisi seperti menelan udara (aerofagia) dan udara yang terperangkap di paru-paru (pneumotoraks).
Apa itu CF?
CF adalah penyakit yang sudah ada sejak lahir dan memengaruhi berbagai sistem tubuh, terutama sistem pernapasan. Gejala yang umum muncul antara lain batuk berkepanjangan disertai dahak kental, infeksi paru-paru yang sering kambuh, dan kesulitan bernapas. CF semakin memburuk seiring bertambahnya usia, sehingga menimbulkan komplikasi akibat infeksi yang terus-menerus yang merusak saluran pernapasan, menurunkan fungsi paru-paru, dan dapat berakibat fatal.
Apa itu NIPPV, dan bagaimana hal itu dapat membantu dalam pengobatan penderita fibrosis kistik (pwCF)?
NIPPV adalah metode pengobatan yang menggunakan mesin untuk membantu seseorang bernapas. Selama terapi NIPPV, pasien bernapas menggunakan masker yang mengalirkan udara ke dalam paru-paru, sehingga saluran napas tetap terbuka dan pasien tidak perlu mengeluarkan tenaga yang besar. Ada dua jenis utama NIPPV:
Tekanan saluran napas positif berkelanjutan (CPAP): jenis NIPPV ini memompa udara ke dalam paru-paru secara terus-menerus (baik saat menghirup maupun menghembuskan napas).
Tekanan saluran napas positif dua tingkat (Bilevel positive airway pressure/BiPAP): jenis NIPPV ini memompa udara ke dalam paru-paru dengan volume yang lebih besar saat menghirup dan lebih kecil saat menghembuskan napas.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa NIPPV, bila dikombinasikan dengan teknik-teknik untuk membersihkan lendir di paru-paru, dapat meredakan sesak napas dan meningkatkan kadar oksigen dalam darah. Hal ini dapat meningkatkan kualitas tidur, mengurangi rasa kantuk di siang hari, dan mengurangi kelelahan saat berolahraga, sehingga memungkinkan orang untuk berolahraga lebih lama. Namun, ada beberapa orang yang merasa cemas dan tidak nyaman saat memakai masker pernapasan. Sebagian besar penelitian ini melibatkan individu yang menderita penyakit paru-paru lainnya, sehingga masih belum jelas apakah NIPPV dapat membantu penderita CF hidup lebih lama atau lebih sehat, atau apakah terapi ini mungkin menimbulkan risiko bagi mereka.
Apa yang ingin kita ketahui?
Bagaimana berbagai jenis NIPPV, baik yang digunakan sendiri maupun dikombinasikan dengan pengobatan lain, dapat membantu penderita fibrosis kistik.
Apa yang sudah kita lakukan?
Kami telah menelusuri basis data utama dan menganalisis semua penelitian relevan yang tersedia.
Apa yang kita temukan?
Kami menemukan 14 penelitian yang melibatkan 261 anak-anak dan orang dewasa pada berbagai tahap CF (termasuk saat gejala memburuk secara tiba-tiba, yang menandakan bahwa orang tersebut sedang mengalami krisis; dan saat gejala tetap sama seperti sebelumnya, yang berarti penyakit tersebut stabil atau terkendali). NIPPV dibandingkan dengan pengobatan standar, metode pembersihan saluran napas lainnya (seperti masker PEP atau batuk terarah), serta terapi oksigen. Dalam beberapa uji klinis, pengobatan ini juga dikombinasikan dengan pengobatan lain. Lama pengobatan bervariasi, mulai dari satu sesi hingga penggunaan berulang selama maksimal tiga bulan.
Hasil utama
Pada pwCF, efek penggunaan BiPAP selama krisis paru (eksaserbasi) masih belum jelas. Belum jelas apakah BiPAP lebih baik atau lebih buruk dibandingkan masker PEP (masker yang menimbulkan resistensi saat menghembuskan napas) atau batuk terarah (teknik untuk membantu mengeluarkan sekresi paru-paru) dalam hal jumlah dahak (lendir kental dan lengket) yang dikeluarkan serta tingkat kelelahan yang dirasakan oleh pasien. Manfaat penggunaan BiPAP dibandingkan dengan terapi oksigen (udara dengan konsentrasi oksigen yang lebih tinggi), atau bila digunakan bersamaan dengan teknik pembersihan saluran napas untuk memperpendek masa rawat inap, meningkatkan kenyamanan, atau mengurangi efek samping, juga belum jelas.
Pada pasien pwCF yang kondisinya stabil, bukti ilmiah yang ada juga masih sangat tidak pasti. Kami belum mengetahui apakah BiPAP, jika dibandingkan dengan masker PEP saja atau dikombinasikan dengan pengobatan lain, dapat meningkatkan fungsi paru-paru (jumlah udara yang dapat dihirup dan dihembuskan oleh paru-paru), kualitas tidur, atau tingkat penerimaan pasien. Alat lain, yaitu CPAP, juga telah diteliti dalam kombinasi dengan teknik pembersihan saluran napas (metode untuk melonggarkan dan membersihkan lendir dari paru-paru), namun hasilnya masih belum pasti.
Apa saja keterbatasan dari bukti ilmiah tersebut?
Semua penelitian tersebut melibatkan sedikit peserta, sehingga mungkin belum cukup untuk menunjukkan efek yang sebenarnya. Selain itu, ada juga keraguan mengenai cara pelaksanaan penelitian-penelitian tersebut. Rentang kepercayaan tersebut cukup lebar, yang berarti bahwa efek sebenarnya mungkin sangat berbeda dari yang terlihat dalam hasil penelitian. Tidak ada penelitian yang mengevaluasi dampak jangka panjang dari intervensi-intervensi tersebut; penelitian-penelitian tersebut sebagian besar berfokus pada dampak jangka pendek, seperti satu atau dua sesi.
Secara keseluruhan, tingkat keyakinan kami terhadap hasil tersebut hanya berkisar antara rendah hingga sangat rendah. Diperlukan uji klinis lebih lanjut yang berskala lebih besar dan berkualitas lebih baik untuk mengklarifikasi efek NIPPV.
Seberapa terkini temuan-temuan ini?
Bukti ilmiah tersebut berlaku hingga tanggal 2 April 2025.
Diterjemahkan oleh dr. Nadira Deanda Putri, M.Sc. (Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta). Disunting oleh dr. Mawaddah Ar Rochmah, Ph.D., Sp.N. (Universitas Gadjah Mada). Email Kontak: cochrane-indonesia.fkkmk@ugm.ac.id.
Tinjauan Cochrane ini mulanya disusun dalam Bahasa Inggris. Akurasi terjemahan menjadi tanggung jawab tim penerjemah yang menerjemahkannya. Terjemahan ini dibuat dengan cermat dan mengikuti prosedur standar untuk menjamin kendali mutu. Namun, apabila terdapat ketidaksesuaian, kekeliruan, atau terjemahan yang kurang tepat, maka versi asli dalam bahasa Inggris yang berlaku.




