Pesan utama
- Fenoldopam (obat yang dengan cepat melebarkan dan melemaskan pembuluh darah) mungkin mengurangi risiko terjadinya cedera ginjal akut (acute kidney injury/AKI) (suatu kondisi di mana ginjal secara tiba-tiba kehilangan kemampuannya untuk menyaring limbah dari darah) pada orang yang berisiko mengalami AKI dibandingkan dengan plasebo (obat tiruan) atau garam (larutan garam).
- Fenoldopam dapat mengurangi waktu yang dihabiskan dalam perawatan intensif dibandingkan dengan plasebo atau saline.
- Fenoldopam, dibandingkan dengan obat aktif lainnya (dopamin dan B-asetilsistein), memiliki efek yang tidak pasti terhadap risiko pengembangan AKI, kebutuhan akan terapi penggantian ginjal (menggunakan mesin untuk menyaring darah) dan waktu yang dihabiskan dalam perawatan intensif.
Apa yang dimaksud dengan cedera ginjal akut?
Cedera Ginjal Akut (AKI) adalah komplikasi umum dari berbagai penyakit berat dan pengobatannya, serta prosedur pembedahan (seperti operasi jantung) dan terjadi ketika ginjal tiba-tiba kehilangan kemampuannya untuk membuang produk limbah dari darah dan mengontrol jumlah air dan mineral seperti natrium dan kalium di dalam tubuh. AKI paling sering terjadi pada orang yang berada di rumah sakit dan sebagian besar terjadi pada orang yang berada di unit perawatan intensif (ICU). Orang yang memiliki AKI bukanlah pertanda baik bagi kesehatan umum dan ginjal. Fenoldopam adalah obat yang dengan cepat melemaskan dan melebarkan pembuluh darah, sehingga aliran darah menjadi lancar. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa fenoldopam dapat membantu mencegah atau mengobati orang yang ginjalnya tiba-tiba berhenti berfungsi.
Apa yang ingin diketahui?
Kami ingin mengetahui apakah fenoldopam lebih baik daripada pengobatan lain untuk mencegah AKI dan apakah fenoldopam membantu mengobati orang yang berada pada tahap awal AKI. Kami juga ingin mengetahui apakah fenoldopam dikaitkan dengan efek yang tidak diinginkan.
Apa yang sudah kami lakukan?
Kami mencari penelitian yang meneliti penggunaan fenoldopam dibandingkan dengan obat aktif (obat yang diketahui digunakan untuk mencegah AKI), plasebo (obat tiruan) atau garam (larutan garam) pada orang yang berisiko mengalami AKI atau mengobati mereka yang sudah mengalami AKI. Hasil-hasil penelitian tersebut kemudian dibandingkan dan dirangkum dan dinilai tingkat kepercayaan bukti ilmiahnya, berdasarkan beberapa faktor seperti metode dan skala penelitian.
Apa yang kami temukan?
Kami menemukan 25 penelitian yang melibatkan 3339 orang; 24 di antaranya pada orang dewasa, dan satu pada anak-anak. Dari jumlah tersebut, 23 penelitian dilakukan pada orang yang berisiko terkena AKI, dan dua penelitian dilakukan pada orang yang sudah terkena AKI. Penelitian ini hanya dilakukan di tiga negara: Amerika Serikat, Italia dan Irlandia. Kami menemukan bahwa pada orang yang berisiko mengalami AKI, fenoldopam menurunkan kemungkinan terjadinya AKI dan dapat mengurangi waktu yang dihabiskan di ICU jika dibandingkan dengan mereka yang menerima plasebo atau saline. Namun, pada penderita AKI, tidak diketahui secara pasti apakah fenoldopam mengurangi jumlah orang yang membutuhkan terapi pengganti ginjal (menggunakan mesin untuk menyaring darah) dibandingkan dengan mereka yang menerima plasebo atau saline. Untuk efek samping, tidak ada perbedaan antara fenoldopam dan plasebo atau saline untuk mencegah atau mengobati AKI. Ketika fenoldopam dibandingkan dengan dopamin (obat aktif), mungkin hanya ada sedikit atau tidak ada perbedaan dalam jumlah yang mengalami AKI, mereka yang membutuhkan terapi pengganti ginjal, atau risiko kematian. Efek fenoldopam dibandingkan dengan obat aktif lainnya masih belum jelas.
Apa keterbatasan bukti ilmiah tersebut?
Jumlah penelitian yang sedikit (per perbandingan) dan ukuran penelitian yang kecil merupakan keterbatasan dalam tinjauan ini. Tidak semua penelitian memberikan data tentang luaran yang kami minati. Kami cukup yakin bahwa fenoldopam mengurangi kemungkinan terjadinya AKI dibandingkan dengan plasebo atau saline. Kami kurang yakin dengan hasil untuk kebutuhan terapi pengganti ginjal dan waktu yang dihabiskan di ICU. Kami kurang yakin dengan bukti ilmiah penggunaan fenoldopam dibandingkan dengan obat aktif lainnya untuk mencegah AKI.
Seberapa mutakhir bukti ilmiah ini?
Bukti ilmiah ini diperbarui hingga 12 Februari 2024.
Diterjemahkan oleh dr. Mia Amelia Mutiara Salikim (Universitas Gadjah Mada). Disunting oleh dr. Dhite Bayu Nugroho, M.Sc., Ph.D. (Universitas Gadjah Mada). Email Kontak: cochrane-indonesia.fkkmk@ugm.ac.id.




