Pesan utama
- Penelitian kami menemukan bahwa menggunakan estimasi visual untuk mendiagnosis perdarahan postpartum (postpartum haemorrhage, PPH) tidak akurat. Menggunakan tirai plastik untuk mengumpulkan dan mengukur volume darah yang hilang – di samping pengamatan termasuk detak jantung, tekanan darah, nada rahim, dan aliran darah – menunjukkan akurasi yang tinggi.
- Tes lainnya, termasuk tes darah dan pengukuran seperti detak jantung dan tekanan darah saja, menunjukkan tingkat akurasi yang berbeda-beda.
Apa yang dimaksud dengan perdarahan pascapersalinan (PPH)?
Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization, WHO) mendefinisikan PPH sebagai kehilangan darah sebanyak 500 mL atau lebih dalam 24 jam pertama setelah melahirkan pada wanita yang melahirkan melalui vagina. PPH berat adalah ketika 1000 mL atau lebih darah hilang dalam periode waktu yang sama.
Mengapa diagnosis PPH yang akurat itu penting?
PPH adalah penyebab paling umum kematian ibu di seluruh dunia. Mendiagnosisnya secara akurat dapat membantu dalam pengobatan dini.
Apa saja tes yang digunakan untuk mendiagnosis PPH?
Tes yang paling umum digunakan untuk mendiagnosis PPH dan PPH berat adalah estimasi visual, di mana penolong persalinan memperkirakan volume darah yang hilang dengan melihat sejauh mana sprei dan pembalut basah oleh darah. Tes lainnya termasuk mengukur volume darah yang hilang menggunakan tirai plastik, nampan atau mangkuk dengan tanda yang menunjukkan volumenya. Darah juga dapat diambil dan ditimbang. Berat ini dikonversi ke volume dengan menggunakan rumus. Tes lainnya termasuk mengukur perubahan (1) kadar bahan kimia tertentu dalam darah wanita yang melahirkan, atau (2) variabel seperti detak jantung dan tekanan darah.
Apa yang ingin diketahui?
Kami ingin mengidentifikasi berbagai tes dan metode yang digunakan untuk mendiagnosis PPH dan PPH berat dan mencari tahu seberapa akurat tes dan metode tersebut.
Apa yang sudah dilakukan?
Kami mencari penelitian yang menilai keakuratan tes yang digunakan untuk mendiagnosis PPH dan PPH berat jika dibandingkan dengan standar yang dapat diandalkan seperti kehilangan darah yang ditimbang atau volume darah yang diukur. Wanita dari segala usia yang melahirkan melalui vagina di tempat mana pun (rumah sakit, unit persalinan di masyarakat, kelahiran di rumah) diikutsertakan.
Kami menyertakan studi yang menyediakan data yang dapat kami gunakan untuk menentukan dua ukuran akurasi tes: (1) sensitivitas (persentase wanita dengan kondisi yang diidentifikasi dengan benar oleh tes); dan (2) spesifisitas (persentase wanita tanpa kondisi yang dikecualikan dengan benar oleh tes). Jika sesuai, kami menggabungkan hasil di seluruh studi ini. Kami mengecualikan penelitian yang tidak memberikan informasi jenis ini.
Contoh tes yang kami lakukan antara lain penilai: melihat kehilangan darah dan memperkirakan volume darah (estimasi visual); mengukur volume kehilangan darah dalam tirai plastik atau alat pengumpul lainnya dengan tanda yang menunjukkan volume (metode volumetrik); menimbang kehilangan darah dengan menggunakan timbangan (metode gravimetrik); mengukur perubahan variabel seperti detak jantung dan tekanan darah, atau perubahan kadar zat kimia dalam darah seperti hemoglobin dan fibrinogen. Kami juga mencoba menemukan penelitian yang menggabungkan tes yang disebutkan di atas dan tes yang menggunakan teknologi baru seperti sistem kamera dan kecerdasan buatan.
Apa yang kami temukan?
Kami menemukan 18 penelitian dengan total 291.040 partisipan.
Empat belas penelitian menilai tes diagnostik untuk PPH dan tujuh penelitian menilai tes untuk PPH yang parah. Sebagian besar penelitian dilakukan di rumah sakit.
Estimasi visual memiliki sensitivitas yang buruk. Dalam salah satu analisis kami, kami menemukan bahwa estimasi visual hanya akan mendiagnosa 48 dari 100 wanita yang memiliki PPH, tetapi 52 wanita dengan PPH akan terlewatkan (yaitu negatif palsu). Kasus-kasus yang terlewatkan ini mungkin tidak mendapatkan perawatan sehingga dapat mengalami kerusakan yang seharusnya dapat dihindari dan bahkan mungkin meninggal. Dari setiap 100 wanita tanpa PPH, tiga orang akan salah didiagnosis mengidapnya (yaitu positif palsu). Wanita yang didiagnosis secara tidak tepat ini mungkin menerima perawatan yang tidak mereka perlukan dan mungkin menderita kerugian sebagai akibatnya.
Pendekatan diagnostik yang menggunakan tirai yang telah dikalibrasi untuk mengukur volume kehilangan darah, bersama dengan pengamatan seperti denyut jantung, tekanan darah, nada rahim, dan aliran darah untuk mendiagnosis PPH memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang sangat baik. Dengan menggunakan pendekatan ini, 93 dari 100 perempuan yang memiliki PPH akan terdiagnosis, dan hanya tujuh perempuan dengan PPH yang akan terlewatkan (yaitu negatif palsu). Dari setiap 100 wanita tanpa PPH, lima orang akan salah didiagnosis mengidapnya (yaitu positif palsu).
Tes lain menunjukkan tingkat akurasi yang berbeda-beda untuk mendiagnosis PPH dan PPH berat.
Apa keterbatasan dari bukti ilmiah tersebut?
Studi yang kami temukan sebagian besar dilakukan di rumah sakit. Kami ingin mendapatkan lebih banyak informasi tentang seberapa akurat tes ini dalam pengaturan lain, seperti di komunitas dan di rumah.
Kami juga ingin mengetahui seberapa akurat tes-tes lainnya ketika digunakan dalam kombinasi, khususnya kombinasi dari kehilangan darah yang terukur, perubahan faktor-faktor seperti detak jantung dan tekanan darah, dan perubahan kadar kimiawi darah.
Seberapa mutakhir bukti ilmiah ini?
Bukti ilmiah ini menggunakan penelitian hingga 24 Mei 2024.
Diterjemahkan oleh Fihimatika Jauhar Magnun, S.Ked (Universitas Gadjah Mada). Disunting oleh dr. Yudha Nur Patria, D.C.H., M.Med. (Clin Epi), M.M.S., Ph.D., Sp. A. (Universitas Gadjah Mada). Email kontak: cochrane-indonesia.fkkmk@ugm.ac.id.