Pesan utama
- Manfaat dan bahaya kolkisin dalam mencegah penyakit kardiovaskular aterosklerotik sebelum penyakit ini terjadi masih belum jelas.
- Penelitian lebih lanjut diperlukan sebelum kesimpulan yang kuat dapat dibuat.
Kolkisin dan penyakit kardiovaskular
Penyakit kardiovaskular aterosklerotik (atherosclerotic cardiovascular disease, ACVD), suatu kondisi yang ditandai dengan akumulasi lipid (penumpukan lemak, kolesterol, dan zat lainnya) pada dinding arteri, yang sering kali diperparah oleh gangguan peradangan kronis, merupakan penyebab utama kematian dan penyakit di seluruh dunia. Kolkisin, pertama kali digunakan untuk mengobati penyakit di Mesir kuno, adalah obat murah yang mengatasi peradangan. Obat ini telah digunakan untuk mengobati asam urat, penyakit hati, dan gangguan jaringan ikat sistemik. Baru-baru ini, para peneliti telah meneliti potensinya untuk mencegah ACVD.
Apa yang ingin kami ketahui?
Kami ingin mengetahui manfaat dan bahaya kolkisin dalam pencegahan ACVD sebelum penyakitnya terjadi (pencegahan primer) pada populasi umum. Pencegahan primer adalah mengenai mengambil langkah-langkah untuk mencegah penyakit bahkan sebelum penyakit itu berkembang, daripada menunggu sampai seorang individu sudah sakit untuk memulai pengobatan. Dalam kasus ACVD, hal ini sangat penting, karena ACVD merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan di seluruh dunia. Dengan fokus pada pencegahan, masyarakat dapat terbantu untuk hidup lebih lama dan lebih sehat sehingga mengurangi beban sistem kesehatan. Salah satu pendekatan pencegahan primer adalah dengan menggunakan obat imunomodulasi, yang bekerja dengan cara memodifikasi respons sistem kekebalan tubuh. Kolkisin adalah salah satu contoh obat jenis ini.
Apa yang sudah kami lakukan?
Kami melihat efek kolkisin untuk pencegahan primer ACVD, termasuk serangan jantung, stroke, kematian akibat kardiovaskular, dan kematian karena alasan apa pun. Kami juga melihat efek yang tidak diinginkan oleh kolkisin, seperti diare dan kejadian neurologis (kejang dan kebingungan mental). Kami membandingkan dan merangkum hasil penelitian dan menguji tingkat kepercayaan terhadap bukti ilmiah tersebut berdasarkan beberapa faktor, seperti metode dan skala penelitian.
Apa yang ditemukan?
Kami menemukan 15 penelitian yang melibatkan 1.721 partisipan dengan masa tindak lanjut mulai dari 4 hingga 728 minggu, yang membandingkan kolkisin dengan plasebo (pil tiruan), obat imunomodulasi, atau perawatan biasa. Kolkisin diminum melalui mulut sebagai pil, baik sekali atau dua kali sehari, tergantung pada dosis yang diikuti. Orang-orang yang termasuk dalam penelitian ini adalah orang dewasa yang berisiko tinggi terkena ACVD, tetapi belum pernah mengalami kejadian kardiovaskular utama seperti serangan jantung atau stroke. Faktor-faktor risiko yang dipertimbangkan termasuk usia, riwayat keluarga, status merokok, tekanan darah, kadar kolesterol, dan adanya kondisi lain seperti diabetes.
Hasil utama
Bukti ilmiah untuk efek kolkisin dalam mencegah kejadian kardiovaskular sangatlah tidak pasti. Meskipun bukti ilmiah saat ini tidak menunjukkan manfaat yang jelas atau pengurangan komplikasi ACVD, kesimpulan ini dibatasi oleh kualitas bukti ilmiah yang tersedia. Penelitian lebih lanjut yang berkualitas tinggi sangatlah penting untuk secara akurat menentukan manfaat dan bahaya kolkisin untuk pencegahan primer ACVD.
Apa keterbatasan dari bukti ilmiah tersebut?
Keyakinan kami terhadap bukti ilmiah tersebut sangat rendah karena adanya kekhawatiran tentang bagaimana beberapa penelitian dilakukan, hasil yang berbeda di seluruh penelitian, dan perubahan pada populasi atau perlakuan yang dimaksudkan. Penelitian-penelitian tersebut sangat kecil, dan analisisnya hanya mencakup beberapa studi.
Seberapa mutakhir bukti ilmiah ini?
Bukti ilmiah ini berlaku hingga 31 Mei 2023.
Diterjemahkan oleh Vyonne Chiara Sentosa, S.Ked (Universitas Gadjah Mada). Disunting oleh dr. Dhite Bayu Nugroho, M.Sc., Ph.D. (Universitas Gadjah Mada). Email Kontak: cochrane-indonesia.fkkmk@ugm.ac.id.