Pesan utama
-
Xpert Ultra memiliki sensitivitas yang tinggi (orang dengan tuberkulosis didiagnosis dengan tepat sebagai penderita) dan spesifisitas (orang tanpa tuberkulosis diidentifikasi dengan tepat sebagai bukan penderita) untuk diagnosis tuberkulosis paru pada orang yang dicurigai menderita tuberkulosis berdasarkan tanda, gejala, atau hasil rontgen dada yang tidak normal.
-
Xpert Ultra memiliki sensitivitas tinggi (orang dengan resistensi rifampisin didiagnosis dengan benar sebagai memiliki resistensi) dan spesifisitas (orang tanpa resistensi rifampisin diidentifikasi dengan benar sebagai tidak memiliki resistensi) untuk resistensi rifampisin (pengobatan penting untuk tuberkulosis).
-
Xpert Ultra menunjukkan penurunan sensitivitas di antara orang-orang dengan tuberkulosis BTA negatif (dahak yang dibatukkan dari saluran pernapasan dan diperiksa di bawah mikroskop dengan hasil bakteri tuberkulosis tidak terlihat/ negatif) dan penurunan spesifisitas di antara orang-orang yang pernah menderita tuberkulosis.
Mengapa meningkatkan diagnosis tuberkulosis paru penting?
Tuberkulosis paru adalah penyakit paru yang disebabkan oleh bakteri (kuman) yang menyebar melalui udara melalui percikan air liur orang yang terinfeksi. Pada tahap awal, bakteri ini tetap tidak aktif (tidak berkembang biak) dan menimbulkan gejala seperti demam, batuk, penurunan berat badan, dan keringat di malam hari. Tuberkulosis adalah salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia. Bila penderita menerima pengobatan yang tepat dan tepat waktu, tuberkulosis biasanya dapat disembuhkan. Salah satu masalah yang dihadapi dalam menangani tuberkulosis adalah bakteri menjadi resisten terhadap rifampisin (antibiotik), yang berarti obat tersebut tidak lagi bekerja. Pengendalian tuberkulosis terancam oleh keterlambatan diagnosis dan pengobatan tuberkulosis yang tidak tepat ketika penderita resisten terhadap rifampisin. Orang yang hidup dengan infeksi HIV memiliki risiko lebih tinggi terkena tuberkulosis.
Apa yang dimaksud dengan tes Xpert Ultra?
Xpert Ultra direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (organisasi internasional yang berfokus pada kesehatan global) sebagai tes cepat yang secara simultan mendeteksi tuberkulosis dan resisten rifampisin.
Apa yang ingin diketahui?
Kami ingin menentukan keakuratan Xpert Ultra untuk mendiagnosis tuberkulosis paru dan resistensi rifampisin pada orang dewasa (usia 15 tahun ke atas) dan remaja (usia 10 hingga 14 tahun).
Apa yang sudah dilakukan?
Kami mencari penelitian yang menyelidiki keakuratan Xpert Ultra dalam mendiagnosis tuberkulosis paru dan resistensi rifampisin.
Apa yang ditemukan?
Kami menemukan 32 penelitian (12.529 orang) yang mengevaluasi Xpert Ultra untuk mendiagnosis tuberkulosis paru, dan 10 penelitian (1644 orang) yang mengevaluasi Xpert Ultra untuk resistensi rifampisin.
Untuk mendeteksi tuberkulosis, Xpert Ultra memiliki Xpert Ultra:
-
sensitivitas tinggi (91 dari 100 orang dengan tuberkulosis yang didiagnosis dengan benar memiliki kondisi tersebut; Xpert Ultra melewatkan 9 kasus);
-
spesifisitas tinggi (95 dari 100 orang tanpa tuberkulosis diidentifikasi dengan benar sebagai tidak memiliki kondisi tersebut; Xpert Ultra melewatkan 5 kasus).
Sensitivitas Xpert Ultra lebih rendah pada orang dengan tuberkulosis sputum negatif (dahak yang dibatukkan dari saluran pernapasan dan dengan hasil pemeriksaan negatif tuberkulosis) dan spesifisitas lebih rendah pada orang dengan riwayat tuberkulosis.
Untuk mendeteksi resistensi rifampisin, Xpert Ultra memiliki:
-
sensitivitas tinggi (96 dari 100 orang dengan resistensi rifampisin didiagnosis dengan benar sebagai memiliki resistensi; Xpert Ultra melewatkan 4 kasus);
-
spesifisitas tinggi (98 dari 100 orang tanpa resistensi rifampisin diidentifikasi dengan benar sebagai tidak resisten; Xpert Ultra melewatkan 2 kasus).
Apa keterbatasan bukti ilmiah tersebut?
Enam dari 32 penelitian yang mendeteksi tuberkulosis dan tiga dari 10 penelitian yang mendeteksi resistensi rifampisin dilakukan di rumah sakit rujukan (dengan pelayanan spesialistik), sehingga hasil penelitian ini mungkin tidak berlaku untuk orang-orang di klinik komunitas dan rumah sakit tingkat pratama (dengan pelayanan dasar).
Hasil deteksi tuberkulosis Xpert Ultra pada remaja didasarkan pada enam penelitian dengan hanya 160 remaja, yang membatasi temuan kami.
Kami tidak dapat memperkirakan keakuratan Xpert Ultra untuk tes resistensi rifampisin di antara orang dengan infeksi HIV karena kami tidak menemukan penelitian yang sesuai.
Seberapa mutakhir bukti ilmiah ini?
Tinjauan ini didasarkan pada pencarian basis data yang dilakukan pada tanggal 16 Oktober 2023. Hasil ini dilengkapi dengan temuan dari “Public Call” Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) untuk penelitian yang sedang berlangsung dan belum dipublikasikan antara 30 November 2023 hingga 15 Februari 2024. Kami juga menghubungi para ahli yang bekerja dalam pengembangan diagnostik baru untuk tuberkulosis.
Diterjemahkan oleh dr. Maria Tan, M.Sc (RSUD dr.Soedarso). Disunting oleh: dr. Dhite Bayu Nugroho, M.Sc, Ph.D. (Universitas Gadjah Mada). Email Kontak: cochrane-indonesia.fkkmk@ugm.ac.id.




