Lompat ke isi utama

Apa manfaat dan risiko terapi gen (mengganti gen yang rusak dengan gen normal) untuk mengobati penderita karsinoma hepatoseluler yang dapat dioperasi atau tidak dapat dioperasi (kanker hati primer)?

Pesan utama

- Kami menemukan enam uji klinis kecil, dengan masalah pada desain uji klinis, jumlah orang yang ikut serta sedikit, dan hasil yang bervariasi. Semua partisipan dalam uji klinis memiliki karsinoma hepatoseluler yang tidak dapat dioperasi (kanker hati primer), tidak ada yang memiliki karsinoma hepatoseluler yang dapat dioperasi.

- Kami tidak tahu apakah salah satu terapi gen yang diuji ketika digunakan sendiri, atau dalam kombinasi dengan pengobatan lain, mempengaruhi risiko kematian, fungsi hati, atau menyebabkan efek yang tidak diinginkan.

- Kami membutuhkan uji klinis yang dirancang dengan baik dan dilaporkan dengan baik yang berfokus pada luaran seperti kematian, kualitas hidup, dan biaya, yang penting bagi penderita karsinoma hepatoseluler dan para pengambil keputusan.

Apa yang dimaksud dengan terapi gen?

Dalam terapi gen, gen yang tidak normal atau cacat diganti dengan gen yang normal.

Apa yang dimaksud dengan karsinoma hepatoseluler?

Karsinoma hepatoseluler adalah jenis kanker hati primer (yaitu kanker yang bermula di dalam hati). Orang yang mengalami obesitas, menyalahgunakan alkohol, atau memiliki infeksi kronis (jangka panjang) dengan virus hepatitis B atau hepatitis C, paling berisiko terkena karsinoma hepatoseluler.

Bagaimana karsinoma hepatoseluler diobati?

Pilihan pengobatan bagi penderita karsinoma hepatoseluler tergantung pada tingkat lanjut penyakit mereka. Pengobatan yang mungkin dilakukan meliputi kemoterapi, pembedahan, atau transplantasi hati.

Apa yang ingin kami ketahui?

Kami ingin mengetahui apakah terapi gen lebih baik daripada pengobatan lain untuk penderita karsinoma hepatoseluler yang dapat dioperasi atau tidak dapat dioperasi.

Kami juga ingin mengetahui apakah terapi gen meningkatkan fungsi hati (seberapa baik hati menyaring darah dan memecah zat-zat beracun) atau menyebabkan efek yang tidak diinginkan, termasuk kematian.

Apa yang sudah dilakukan?

Kami mengidentifikasi uji klinis acak yang relevan, yaitu penelitian di mana orang ditugaskan secara acak ke salah satu dari dua atau lebih kelompok pengobatan, untuk mengetahui pengobatan mana yang terbaik. Kami merangkum hasilnya dan menilai keyakinan kami terhadap bukti ilmiah, berdasarkan faktor-faktor seperti kualitas dan metode uji klinis.

Apa yang ditemukan?

Kami menemukan 6 uji klinis pada total 364 orang dengan karsinoma hepatoseluler stadium lanjut yang tidak dapat dioperasi. Tidak ada uji klinis yang menilai efek terapi gen pada penderita karsinoma hepatoseluler yang dapat dioperasi.

Keenam uji klinis tersebut memiliki masalah dalam hal desain dan pelaksanaan. Terapi gen yang diteliti adalah:

- pexastimogene devacirepvec (Pexa-Vec) ditambah perawatan suportif terbaik;

- dosis tunggal atau ganda adenovirus-timidin kinase plus gansiklovir (ADV-TK/GCV) ditambah transplantasi hati;

- rekombinan adenovirus-p53 (rAd-p53) ditambah hidroksikamptothecin (obat antikanker);

- rekombinan adenovirus human p53/5-fluorourasil (rAd-p53/5-Fu) ditambah kemoembolisasi transarterial (suntikan obat antikanker secara langsung ke dalam suplai darah ke tumor); dan

- E1B-deleted Adenovirus (dl1520).

Uji klinis terbesar melibatkan 129 orang, dan uji klinis terkecil melibatkan 10 orang; 4 uji klinis dilakukan di Tiongkok, 1 di Mesir, dan 1 di beberapa negara. Uji klinis berlangsung dari 6 bulan hingga 5 tahun. Pendanaan uji klinis berasal dari industri, institusi kesehatan setempat, yayasan, peneliti, atau universitas tempat orang-orang yang menjalankan uji klinis bekerja.

Uji klinis tersebut membandingkan terapi gen dengan:

- perawatan suportif terbaik;

- transplantasi hati (di mana hati yang sakit diganti dengan hati yang sehat);

- kemoembolisasi transarterial; atau

- injeksi etanol (alkohol) perkutan langsung ke dalam tumor melalui kulit.

Setiap uji klinis membandingkan kombinasi perlakuan yang berbeda, sehingga kami tidak dapat menggabungkan data dari semua uji klinisuntuk mendapatkan hasil yang konklusif. Data tentang luaran yang relevan secara klinis juga tidak ada.

Hasil utama

Kami sangat tidak yakin apakah:

- Pexa-Vec plus perawatan suportif terbaik memengaruhi risiko kematian akibat penyebab apa pun setelah 20 bulan dibandingkan dengan perawatan suportif terbaik saja;

- dosis tunggal ADV-TK/GCV ditambah transplantasi hati mempengaruhi risiko kematian akibat penyebab apa pun setelah dua tahun dibandingkan dengan transplantasi hati saja.

- rAd-p53/5-Fu ditambah kemoembolisasi transarterial memengaruhi perkembangan penyakit (apakah kanker menjadi lebih buruk) dibandingkan dengan kemoembolisasi transarterial saja;

- rAd-p53 plus hydroxycamptothecin memengaruhi perkembangan penyakit dibandingkan dengan hydroxycamptothecin saja;

- dl1520 ditambah injeksi etanol perkutan memiliki efek pada perkembangan penyakit atau efek yang tidak diinginkan yang tidak serius, dibandingkan dengan injeksi etanol perkutan saja.

Bukti ilmiah menunjukkan bahwa dosis ganda ADV-TK/GCV ditambah transplantasi hati dapat mengurangi kematian akibat penyebab apa pun setelah 5 tahun dibandingkan dengan transplantasi hati saja.

Apa keterbatasan dari bukti ilmiah tersebut?

Orang-orang dalam uji klinis tampaknya menyadari pengobatan yang mereka terima. Uji klinis tersebut memiliki masalah dengan metodenya dan hasilnya cenderung melebih-lebihkan atau meremehkan manfaat pengobatan dan efek yang tidak diinginkan. Temuan kami hanya didasarkan pada 1 uji klinis untuk setiap terapi gen, dengan sedikit data. Kurangnya uji klinis dan data menghalangi kami untuk menarik kesimpulan yang tegas.

Seberapa mutakhir bukti ilmiah ini?

Bukti ilmiah ini menggunakan penelitian hingga 20 Januari 2023.

Translation notes

Diterjemahkan oleh dr. Tira Alfiani Laariya, M.P.H (Universitas Ahmad Dahlan). Disunting oleh dr. Prenali Dwisthi Sattwika, Sp.PD (Universitas Gadjah Mada). Email Kontak: cochrane-indonesia.fkkmk@ugm.ac.id.

Citation
Naing C, Ni H, Aung HH, Htet NH, Nikolova D. Gene therapy for people with hepatocellular carcinoma. Cochrane Database of Systematic Reviews 2024, Issue 6. Art. No.: CD013731. DOI: 10.1002/14651858.CD013731.pub2.

Our use of cookies

We use necessary cookies to make our site work. We'd also like to set optional analytics cookies to help us improve it. We won't set optional cookies unless you enable them. Using this tool will set a cookie on your device to remember your preferences. You can always change your cookie preferences at any time by clicking on the 'Cookies settings' link in the footer of every page.
For more detailed information about the cookies we use, see our Cookies page.

Accept all
Konfigurasi