Pesan utama
- Suatu bentuk imunoterapi yang dikenal sebagai penghambat pos pemeriksaan kekebalan tubuh (immune checkpoint inhibitor/ICI), yang menggunakan sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit, telah menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam pengobatan beberapa jenis kanker.
- Tujuh penelitian mengkaji ICI bernama anti-programmed cell death 1 (anti-PD-1) untuk pengobatan orang dewasa dengan glioblastoma. Enam dari penelitian tersebut tidak menunjukkan manfaat apa pun. Satu uji klinis kecil menunjukkan peningkatan kesintasan secara keseluruhan dan kesintasan tanpa pertumbuhan tumor, tetapi bukti ilmiahnya sangat tidak pasti.
- Diperlukan lebih banyak penelitian berkualitas tinggi yang menguji berbagai kombinasi ICI yang berbeda.
Apa itu glioblastoma?
Glioblastoma (GBM) adalah tumor otak kanker yang paling umum terjadi pada orang dewasa. Orang yang terdiagnosis GBM dapat mengalami berbagai gejala, termasuk sakit kepala, perubahan perilaku dan kepribadian, kejang, atau gejala lain yang mirip dengan stroke. Hal ini dapat terjadi dalam jangka waktu yang lebih lama atau lebih singkat. Kesintasan keseluruhan (lamanya waktu dari tanggal diagnosis atau dimulainya pengobatan hingga kematian) adalah sekitar 16 bulan.
Pengobatan didasarkan pada pengangkatan tumor sebanyak mungkin melalui pembedahan, diikuti dengan kemoterapi dan radioterapi; namun, hal ini tidak terlalu efektif, sehingga diperlukan pengobatan alternatif. Pengobatan baru yang menggunakan imunoterapi (immune checkpoint inhibitor (ICI), atau immune checkpoint blocker (ICB)) telah menunjukkan hasil yang menjanjikan untuk mengobati beberapa jenis kanker, dengan tingkat respons yang baik, yang mengarah pada peningkatan kesintasan. ICI menghentikan peradangan yang tidak diinginkan dan kerusakan pada jaringan normal, bertindak sebagai 'rem' untuk menghentikan respons kekebalan tubuh. Penelitian terbaru terhadap jaringan tumor dari penderita GBM menunjukkan bahwa mereka memiliki reseptor yang berinteraksi dengan ICI. Kita perlu mengetahui apakah ICI dapat mengobati GBM dan meningkatkan kesintasan pasien.
Apa yang ingin diketahui?
Kami ingin mengetahui apakah dua jenis ICI (anti-programmed cell death 1 (anti-PD-1) dan anti-programmed cell death ligand 1 (anti-PD-L1)) efektif dan aman pada orang dewasa dengan GBM.
Kita perlu membedakan orang dengan GBM yang akan merespons jenis pengobatan tertentu dengan yang tidak. Identifikasi penanda yang memprediksi respons terhadap anti-PD-1/anti-PD-L1 akan membantu menentukan siapa yang paling diuntungkan dari pengobatan ini.
Apa yang sudah dilakukan?
Kami mencari penelitian yang melihat efek ICI (seperti nivolumab dan pembrolizumab) pada orang dewasa dengan GBM. Kami membandingkan dan merangkum hasil penelitian dan menilai bukti ilmiah dari penelitian yang ada berdasarkan beberapa faktor seperti metode dan jumlah sampel penelitian.
Apa yang ditemukan?
Kami menemukan tujuh penelitian yang berasal dari tahun 2019 hingga 2023. Penelitian ini mengamati pengobatan anti-PD-1 pada total 1953 orang dengan GBM yang baru didiagnosis (3 penelitian) dan berulang (4 penelitian). Setiap uji klinis melihat perbandingan yang berbeda, sehingga mencegah penggabungan data. Studi ini mengamati tujuh perbandingan berikut ini.
• Nivolumab versus bevacizumab
- Nivolumab plus bevacizumab dosis tinggi versus nivolumab plus bevacizumab dosis rendah
- Pembrolizumab plus bevacizumab versus pembrolizumab
- Pembrolizumab yang digunakan sebelum dan sesudah operasi untuk mengangkat tumor dibandingkan dengan pembrolizumab yang hanya digunakan setelah operasi
- Nivolumab plus radioterapi versus temozolomide plus radioterapi
- Nivolumab plus temozolomide plus radioterapi versus temozolomide plus radioterapi
- Nivolumab plus temozolomide versus temozolomide pada orang tua
Hasil dari enam uji klinis menunjukkan tidak ada manfaat untuk kesintasan secara keseluruhan. Satu uji klinis menunjukkan bahwa pembrolizumab yang digunakan sebelum dan sesudah operasi untuk mengangkat tumor dapat meningkatkan kesintasan secara keseluruhan jika dibandingkan dengan pembrolizumab yang digunakan hanya setelah operasi, tetapi bukti ilmiah ini sangat tidak pasti.
Hasil dari enam uji klinis menunjukkan tidak ada manfaat untuk kesintasan bebas perkembangan (lamanya seseorang menjalani pengobatan sebelum kanker mulai tumbuh kembali). Satu uji klinis menunjukkan bahwa pembrolizumab yang digunakan sebelum dan sesudah operasi untuk mengangkat tumor dapat meningkatkan kesintasan bebas perkembangan jika dibandingkan dengan pembrolizumab yang digunakan hanya setelah operasi, tetapi bukti ilmiahnya masih belum pasti.
Apa keterbatasan dari bukti ilmiah yang telah didapatkan?
Kami hanya memiliki tingkat kepercayaan yang sangat rendah hingga sedang terhadap bukti-bukti ilmiah yang ada karena metode penelitian terkadang tidak jelas dan oleh karena itu bisa jadi tidak memadai, dan dalam enam penelitian, orang-orang yang mengevaluasi luaran penelitian mengetahui perawatan apa saja yang telah diterima oleh partisipan, sehingga dapat memengaruhi hasil penelitian. Studi berkualitas tinggi diperlukan untuk meningkatkan kepercayaan kami terhadap temuan-temuan tersebut.
Seberapa mutakhir bukti ilmiah ini?
Bukti ilmiah ini menggunakan penelitian hingga 8 Maret 2024.
Diterjemahkan oleh dr. Diandra Fitrianisa (Universitas Gadjah Mada). Disunting oleh dr. Dhite Bayu Nugroho, M.Sc., Ph.D. (Universitas Gadjah Mada). Email Kontak: cochrane-indonesia.fkkmk@ugm.ac.id.




