Latar Belakang
Hipertensi portal didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah di dalam sistem vena (sejenis pembuluh darah) yang disebut sistem vena portal. Sistem ini mengalirkan darah dari saluran pencernaan (usus) dan limpa ke dalam hati. Hipertensi portal biasanya menyertai penyakit hati stadium lanjut dan sering menimbulkan komplikasi yang mengancam jiwa, termasuk perdarahan dari varises esofagus (kerongkongan) dan varises gastrointestinal (pembuluh darah yang membesar atau bengkak) di dalam saluran yang menghubungkan bagian belakang tenggorokan dan lambung (esofagus) dan saluran pencernaan. Trombosis vena porta (penyakit pembuluh darah hati) terjadi ketika gumpalan darah tersangkut di vena porta hepatik. Trombosis vena porta menyebabkan hipertensi portal yang antara lain menyebabkan pembentukan varises (misalnya varises esofagus atau lambung).
Pada orang dewasa, berbagai uji klinis acak (penelitian di mana orang secara acak dialokasikan ke salah satu dari dua atau lebih kelompok pengobatan) telah menunjukkan manfaat obat-obatan yang disebut penghambat beta non-selektif dalam mengurangi risiko terjadinya kejadian pertama perdarahan varises. Intervensi pencegahan ini telah menjadi standar yang ditetapkan pada orang dewasa. Namun, tidak diketahui apakah intervensi pencegahan tersebut bermanfaat atau justru membahayakan ketika digunakan pada anak-anak dan remaja.
Tujuan
Kami bertujuan untuk menilai manfaat dan bahaya penghambat beta dibandingkan dengan plasebo atau tanpa intervensi untuk pencegahan perdarahan varises esofagus pada anak-anak dengan penyakit hati kronis atau trombosis vena porta. Kami mencari uji klinis hingga April 2020.
Hasil Utama
Kami tidak menemukan uji klinis acak untuk dimasukkan ke dalam tinjauan sistematis ini. Oleh karena itu, kami tidak dapat menyimpulkan apakah penghambat beta, jika dibandingkan dengan plasebo atau tanpa intervensi, dapat bermanfaat atau tidak bagi anak-anak dengan varises esofagus. Diperlukan uji klinis acak yang dirancang dengan baik dan cukup besar yang mencakup luaran klinis yang penting, seperti kematian, kualitas hidup, kegagalan mengendalikan perdarahan, dan kejadian tidak diinginkan.
Diterjemahkan oleh Tsabita Nafisa (Universitas Jember). Disunting oleh dr. Prenali Dwisthi Sattwika, Sp.PD. (Universitas Gadjah Mada). Email Kontak: cochrane-indonesia.fkkmk@ugm.ac.id.