Apa tujuan dari tinjauan ini?
Tujuan dari Tinjauan Cochrane ini adalah untuk memberikan ringkasan yang luas tentang apa yang diketahui tentang efek dari strategi pelaksanaan intervensi untuk meningkatkan kesehatan di negara-negara berpenghasilan rendah.
Tinjauan ini didasarkan pada 39 tinjauan sistematis yang relevan. Masing-masing tinjauan ini mencari studi yang mengevaluasi berbagai jenis strategi implementasi dalam lingkup pertanyaan yang dibahas dalam tinjauan tersebut. Tinjauan tersebut mencakup total 1332 studi.
Tinjauan ini merupakan salah satu dari empat tinjauan Cochrane yang mengevaluasi pengaturan sistem kesehatan yang berbeda.
Apa yang dipelajari dalam tinjauan ini?
Fungsi utama dari sistem kesehatan adalah mengimplementasikan intervensi untuk meningkatkan kesehatan. Cakupan intervensi kesehatan esensial masih rendah di negara-negara berpenghasilan rendah. Para pengambil keputusan dapat menggunakan berbagai strategi untuk mengimplementasikan intervensi kesehatan, dan pilihan-pilihan ini harus didasarkan pada bukti ilmiah tentang efektivitas strategi tersebut.
Apa saja hasil utama dari tinjauan umum ini?
Strategi implementasi berikut ini memiliki dampak yang diinginkan pada setidaknya satu luaran dengan bukti ilmiah yang tingkat kepastiannya sedang atau tinggi dan tidak ada bukti ilmiah yang tingkat kepastiannya sedang atau tinggi dari dampak yang tidak diinginkan.
Strategi yang ditargetkan untuk petugas-petugas kesehatan
- Pertemuan pendidikan.
- Pelatihan gizi bagi petugas kesehatan.
- Penjangkauan pendidikan (vs. tanpa intervensi).
- Fasilitasi praktik.
- Opini lokal dari tokoh/pemimpin.
- Audit dan umpan balik.
- Intervensi yang disesuaikan (vs. tanpa intervensi).
Strategi yang ditargetkan pada petugas kesehatan untuk jenis masalah tertentu
- Melatih petugas-petugas kesehatan untuk lebih berpusat pada pasien dalam konsultasi klinis.
- Penggunaan alat bantu persalinan.
- Edukasi dokter dan edukasi pasien untuk mengurangi peresepan antibiotik dalam pengaturan perawatan rawat jalan.
- Pelatihan penanganan kegawatdaruratan neonatal dalam pelayanan.
Strategi yang ditargetkan untuk penerima layanan kesehatan
- Intervensi media massa untuk meningkatkan pemanfaatan tes HIV dengan segera (selebaran dan video yang dibingkai dengan baik).
- Manajemen diri dan kepatuhan yang intensif, manajemen penyakit yang intensif untuk meningkatkan literasi kesehatan.
- Intervensi perilaku dan pesan teks ponsel untuk kepatuhan terhadap terapi antiretroviral.
- Insentif satu kali untuk memulai atau melanjutkan profilaksis tuberkulosis.
- Pengingat rutin untuk pasien yang sedang dirawat karena tuberkulosis aktif.
- Penggunaan kantong plastik yang disekat untuk kepatuhan minum obat malaria.
- Pendidikan kesehatan berbasis komunitas, serta strategi pengingat dan pengulangan untuk meningkatkan penerimaan vaksinasi.
- Menyediakan kelambu berinsektisida secara gratis.
- Intervensi untuk meningkatkan pemanfaatan skrining serviks (undangan, edukasi, konseling, akses ke perawat promosi kesehatan, dan perekrutan intensif).
- Informasi asuransi kesehatan dan dukungan aplikasi.
Strategi implementasi berikut ini memiliki bukti ilmiah dengan tingkat kepastian rendah atau sangat rendah (atau tidak ada studi yang tersedia) untuk semua luaran yang dipertimbangkan.
Strategi yang ditargetkan untuk penerima layanan kesehatan
- Strategi untuk meningkatkan budaya organisasi.
Strategi yang ditargetkan untuk petugas-petugas kesehatan
- Materi edukasi tercetak.
- Pembelajaran berbasis internet.
- Pendidikan antarprofesi.
- Mengajarkan penilaian kritis.
- Penjangkauan pendidikan (vs. intervensi lain).
- Layanan yang disediakan oleh apoteker.
- Daftar periksa keselamatan untuk digunakan oleh tim perawatan medis di lingkungan rumah sakit akut.
- Intervensi yang disesuaikan (vs intervensi yang tidak disesuaikan, dan intervensi yang ditargetkan pada hambatan organisasi dan individu vs intervensi yang ditargetkan pada hambatan individu saja).
- Intervensi untuk mendorong penggunaan tinjauan sistematis dalam pengambilan keputusan klinis.
Strategi yang ditargetkan pada petugas kesehatan untuk jenis masalah tertentu
- Intervensi untuk meningkatkan cuci tangan.
- Intervensi untuk mengurangi tingkat operasi caesar yang tidak perlu.
- Pelatihan untuk dukun beranak.
- Penolong persalinan yang terampil.
- Pelatihan dukun tentang pengobatan PMS (Penyakit Menular Seksual) dan HIV.
Strategi yang ditargetkan untuk penerima layanan kesehatan
- Menyediakan informasi/edukasi untuk mempromosikan tes HIV (multimedia).
- Menyediakan informasi obat secara tertulis.
- Intervensi tunggal untuk meningkatkan literasi kesehatan.
- Intervensi untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan.
- Kepatuhan - TB (insentif segera versus insentif yang ditangguhkan; insentif tunai versus insentif non-tunai; tingkat insentif tunai yang berbeda; insentif versus intervensi lain).
- Kepatuhan - obat malaria (tablet dan kapsul yang dikemas blister dibandingkan dengan tablet dan kapsul dalam amplop kertas; tablet dalam kantong plastik yang terbagi dibandingkan dengan sirup dalam botol).
- Pelatihan petugas kesehatan, kunjungan rumah, dan insentif uang untuk meningkatkan cakupan imunisasi.
- Penilaian faktor risiko untuk meningkatkan pemanfaatan skrining kanker serviks.
Seberapa mutakhir tinjauan ini?
Penulis tinjauan umum mencari tinjauan sistematis yang telah diterbitkan hingga 17 Desember 2016.
Diterjemahkan oleh dr. Tira Alfiani Laariya, M.P.H. (Universitas Ahmad Dahlan). Disunting oleh Dr. dr. Diah Rumekti Hadiati, SpOG. Subsp. K.Fm, MSc (Universitas Gadjah Mada). Email Kontak: cochrane-indonesia.fkkmk@ugm.ac.id.